Senin, 17 April 2017

Ceritanya Jadi Guru Tamu

Hai sahabat pendidik CERIA, rupanya sudah lama juga ya saya menghilang dari sosmed, karena terlalu asik dengan petualangan ini, sering jalan - jalan silaturahmi mengajar disekolah - sekolah PAUD. Tapi tentu saja meskipun lama tidak muncul di sosmed saya selalu ingat bahwa saya wajib akan mereview perjalanan saya ini buat sahabat pendidik CERIA,

Sahabat, sejujurnya ini adalah keinginan terpendam saya 3 tahun lalu saat saya menjadi guru tetap yayasan yang setiap hari full disalah satu tempat mengajar. Saya merasa bahwa menjadi guru harus terus berinovasi untuk menemani perkembangan anak diera modern seperti ini. Karena itulah saya bertekad untuk memberikan yang terbaik ditempat saya mengajar dengan menargetkan diri saya pribadi harus berprestasi membawa nama baik sekolah tersebut yang nantinya bisa memberi inspirasi buat teman - teman mengajar yang lain.

Sedikit demi sedikit bertahap dan berproses alhamdulillah beberapa prestasi bisa saya dapatkan sebagai melunasi hutang tekad saya tersebut. Terus bergaul dengan sahabat - sahabat dan belajar dari master- master trainer pendidikan saya selalu berusaha minta feedback agar ada perbaikan terus pada diri saya. Saya sadar betul bahwa IQ saya hanya sebatas rata - rata plus, maka dari itu saya harus keras banget belajarnya. Supaya apa yang saya berikan ke murid saya berkualitas. 

Setelah beberapa tahun mengajar full sampai akhirnya saya ketemu pola mengajar saya yang saya rasakan bahwa itu saya banget yaitu dengan CERIA, maka saya pakai terus apakah pola saya ini bisa dipakai dengan mulus jika dengan anak yang budayanya berbeda dari sekolah tempat saya mengajar karena saya yakin setiap sekolah itu punya budaya,nilai,dan tujuan yang berbeda- beda. 

Tahun ini adalah tahun pertama dimana saya menaikkan level diri dengan meningkatkan jumlah murid yang beragam dari berbagai sekolah. Mengapa saya melakukan ini? istilahnya saya belajar jadi guru tamu, disini tujuannya bukan karena saya tidak loyal dengan lembaga yang pernah saya tempati, namun justru ingin menemukan sesuatu yang baru pada cara mengajar, kemudian saya bisa membaurkan beberapa kelebihan di beberapa sekolah untuk memajukan masing - masing sekolah yang saya hinggapi,,,hehehe seperti apa saja ya kok dihinggapi, 

Lalu dimana saya menjadi guru tamu tersebut? biasanya saya dihubungi oleh sahabat - sahabat saya yang mengajar tempat lain.Baik di kabupaten sendiri maupun dikabupaten lain, ternyata dari program saya jadi guru tamu ini disambut baik oleh sahabat - sahabat pendidik, alasan mereka mengundang saya rata - rata ingin justru dikritik atau diberi masukan apa yang kurang dari sekolah mereka, tentu saja sahabat - sahabat saya sangat suka dengen sperti ini karena jadi tau apa yang perlu ditingkatkan untuk memberikan pelayanan pada anak - anak dan orang tua yang sudah mempercayai sekolahnya.

Sayapun juga selalu obyektif menilai setiap sekolah yang saya hinggapi hehe misalnya hal sikap anak, sikap guru, materi, tempat bermaian, ragam mainnya, dll. Dasar emang sangat suka komentar hihi tapi ini demi kemajuan lho ya sahabat- sahabatku.Tetapi point inti yang selalu saya soroti adalah Servise guru dalam semua aspek, suhu kinerja disekolah tersebut,Kreativitas, Komunikasi, dan Fasilitas

Bagaimana dengan waktu saya? banyak yang bertanya tentang pembagian waktu saya apakah tidak terlalu sibuk? apa tidak capek dll? Bagaimana bisa capek dengan kegiatan dari hobby yang menyenangkan bukan? tentu saya sangat menyukainya. Meskipun begitu saya hanya manusia biasa, jadi sebelum saya memenuhi undangan saya akan lihat jadwal dan bernegosiasi waktu demi kenyamanan saya juga agar maksimal.

Okay ..sudah sampai diujung cerita langsung saya simpulkan ya sahabat , dari perjalanan saya mengajar dibeberapa tempat ini pada dasarnya setiap sekolah mempunyai potensi sendiri - sendiri namun terkadang sekolah tersebut tidak menyadari bahwa itu adalah nilai lebih yang dimilikinya. Maka memang dengan adanya guru tamu sangat membantu dalam menemukan kelebihan dan kekurangan untuk perbaikan kedepan supaya anak - anak yang dihasilkan juga berkualitas,pun begitu juga dengan guru - gurunya. :)

Yuk mari terus saling berkolaborasi untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, karena pendidikan tidak hanya untuk hari ini tapi juga masa yang akan datang.Jika kita menanamnya hari ini dengan baik tentu esok kita akan kenyang menikmati hasilnya. Keep spirit and powerfull everyday ya sahabat CERIA..!!! :)

Senin, 28 November 2016

Pendidikan Dan Tantangan Global

        Alhamdulillah setelah kemarin sharing dengan guru - guru PAUD di Sragen jadi tau, problem pendidikan di Indonesia tidak jauh berbeda satu dengan lainnya disetiap daerah. Selama ini pendidikan di Indonesia masih banyak menekankan pada aspek kognitif sehingga menimbulkan mindset orang tua kalau anaknya kesulitan dalam mata pelajaran kemudian mengusahakan dengan mengikutkan les privat supaya nilainya bagus, supaya lulus ulangan dengan nilai baik dan bahkan lulus sekolah juga. Padahal diabad ke 21 ini generasi sekarang jelas berbeda dengan jaman dahulu, ditengah tantangan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) supaya generasi - generasi kita sukses membutuhkan 3 Point penting penekanan yang tidak boleh dilupakan yaitu :
1.) Karakter
     Kenapa pendidikan harus bisa membentuk karakter? Karena generasi kita berikutnya akan banyak persaingan - persaingan dengan negara- negara lain yang banyak keluar masuk dinegara kita.Maka karakter yang kuat yang bermental baja ini akan sangat membantu generasi mendatang.
2.) Kognitif
     Untuk kognitif pendidikan di Indonesia ini sudah banyak diberikan sehingga bisa ditambah            pengembangan lain.
3.) SKILL
       Di abad 21 ini generasi perlu dibantu dengan skill berikut:
       a. Communication 
       b. Critical Thinking
       c. Collaboration
       d. Creativity
      Jika anak - anak kita tidak dimulai dari sekarang dalam memberikan 3 point tadi maka tahun 2045 yang harusnya Indonesia punya bonus demografi tidak akan maksimal dan justru bisa menjadi beban negara. Dimana bonus demografi ini adalah bonus usia produktif yang tinggi, jika dibekali 3 poin penting tadi dalam pendidikan dan dimulai sekarang,InsyaAllah bonus demografi tersebut dapat kita nikmati bersama.

Sabtu, 04 Juni 2016

Tentang Akhirusanah


1. Ini adalah prosesi wisuda KB-TK Insan Mulia, anak - anak memakai baju profesi sesuai cita- cita yang diinginkan
2. Gerak lagu Lir- Ilir
3. Membaca Alquran , Untuk anak - anak TK B yang sudah bisa membaca
4.Drama Treatrikal saat musafir mendatangi masjid untuk singgah


5. Tampilan Deskripsi bahasa Jawa tentang Brokoli
6. Menari tentang Ayam
7. Berdoa sebelum makan Soup

8. Tari Belalang



Sabtu, 28 Mei 2016

Mari Nyanyi Bersama "Balonku Ada Lima"

Nyanyi dulu yuk bersama teman - teman hebat saya, lagu balonku ada lima...SIAPPP?? 



Lyric :

Balonku ada lima,rupa - ruupa warnanya
Hijau ,kuning, kelabu, merah muda dan biru
Meletus balon hijau,,Dooooorrr
Hatiku sangat Kacau...
Balonkuu tinggal empat.
Kupegang erat - erat..

Kamis, 26 Mei 2016

Sang Inspirasi


Sang Inspirasi..
Ya.. itulah sebutan yang pantas untuk seorang guru PAUD, Sengaja lagu ini saya ciptakan karena saya mengagumi peran guru PAUD dalam membentuk karakter anak - anak menuju generasi berkualitas. 
Ketika orang lain mendengar lagu ini biasanya menafsirkan bahwa lagu ini menceritakan tentang seorang guru PAUD yang namanya mentari, boleh - boleh saja sih pada beranggapan begitu. Tapi sejujurnya lagu ini memang untuk guru - guru PAUD bahwa menurut saya kalian adalah SPESIAL, dan saya ibaratkan sebagai seorang guru PAUD itu seperti Mentari yang bersinar , memberikan pencerahan bagi kehidupan.

Kenapa SPESIAL? karena guru PAUD itu dituntut untuk kreatif, ceria selalu, dituntut terus inovasi, memberikan yang terbaik, tapi mereka tidak pernah menuntut balik bagaimana tentang gajinya, belum lagi tidak sedikit orang yang merendahkan status mereka sebagai guru PAUD, tapi itu semua tidak mengurangi keikhlasan dalam mendampingi anak - anak ketika bermain dan belajar, gaya mengajar yang khas di PAUD seolah mereka mengajar seperti memerankan Ibu yang sebenarnya. Sangat tulus sekali. Saya sangat salut dan bangga dengan mereka yang luar biasa. Selalu dalam hati saya mengucap doa untuk mereka semoga bahagia kehidupannya, selalu dalam keberkahan Allah SWT


Selasa, 24 Mei 2016

Saya Ingin Jadi Guru CERIA dan penuh SEMANGAT

Dulu sama sekarang jelas BEDA, 
Dulu saya masih awal masuk menjadi guru ya jujur saja sangat gengsi, apalagi guru PAUD, 

Saya memang tidak pernah berfikir bahwa di PAUD atau TK itu memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sedini mungin, saya juga melupakan bahwa di PAUD anak - anak masih ada yang ngompol ya ternyata *OPPs....Sehingga tambah banyak banget kejutan - kejutan ketika menjadi guru PAUD. Hal tersebut yang membuat saya menjadi tertantang untuk menakhlukkan bidang ini di usia semuda mungkin, 

Banyak banget hal yang mengesankan di bidang ini, saya yang dari dulu suka dengan kreatifitas ternyata di bidang ini sangat merasakan kemerdekaan yang tak terbatas. Selalu apa yang saya lakukan anak - anak tertarik , dan muncul pertanyaan "bunda lagi ngapain?", "bunda bikin apa?", "lohh bun kok bisa begitu?" saya seneng banget dengan pertanyaan pertanyaan yang seperti ini. Entah kenapa ketika ada pertanyaan seperti ini selalu mendorong saya untuk berbagi lebih banyak pada mereka, 

Berbagi tentu tidaklah hanya dengan sesuatu barang kongkrit, dengan ilmu meskipun sedikit sedikit dan anak - anak mengaplikasikan tentu sangat menjadikan diri saya bahagia. Ternyata saya baru tahu sejatinya ilmu, dimana saya bisa memahami, melakukan, dan mengajarkan , dan orang yang diajari mengaplikasikan, Luar biasa semakin cinta sama DIA (Allah) yang membuat diri saya merasa berharga ketika bisa berbagi ilmu.

Saya sekolah bertahun - tahun , kenapa saya sulit mengaplikasikan dan sulit mengajarkan ke orang lain? karena memang saya tidak tahu betul apa yang saya pelajari, jadi bagaimana bisa mengaplikasikan? Belajar dan terus belajar, ada saat - saat ketika mengajar anak - anak merasa bosan,setelah sampai dirumah saya evaluasi dan mencari solusi, kenapa dengan anak- anak? ataukah saya yang monoton dalam mengajar sehingga anak - anak merasa bosan?

Salah seorang teman pathner mengajar mengatakan, "bun, anak- anak sangat menyukai hal - hal yang baru, disitu mereka akan penasaran ingin mengetahui lebih banyak atau bahkan ingin mencobanya" , kunci dimana untuk menghilangkan kebosanan anak adalah menciptakan sesuatu yang baru, baik dari permainan atau gaya mengajar guru, dalam batin saya mengatakan "Oh,,ternyata begitu ya"
Lalu saya berusaha keras dengan mengubah gaya mengajar saya, baik ketika mulai saya datang, dikelas, sampai selesai pembelajaran. saya merasa hari itu sukses mengajar ketika saya sendiri CERIA dan SEMANGAT. Saat diri seseorang secia dan semangat ternyata sangat mudah berkreasi sehingga dapat menyaikan seni mengajar. Dari segi emosional juga anak - anak akan terbawa dengan keceriaan seorang guru. Dan nampaknya sangat indah  sekali pembelajaran tersebut. 

Didunia PAUD sendiri memang sangat tidak asing dengan kata CERIA , karena anak - anak identik sekali dengan selalu riang gembira , sangat sayang sekali keceriaan itu tak terlihat ketika mendapati guru yang tidak ceria pula. Maka disini saya mengangkat filosofi kata CERIA menjadi sebuah metode yang saya lakukan selama mengajar. Dalam mengajar anda tidak boleh melupakan 5 komponen aktifitas di metode CERIA yaitu Cerita, Ekspresi, Reaksi, Interaksi,dan Apresiasi. tentu untuk detailnya tidak akan bisa saya tuliskan disini karena sangat banyak sekali. 

Dari metode yang saya temukan ini membuat saya lebih asyik dalam mengajar di PAUD, tapi perlu diketahui untuk menjadi guru yang CERIA harus dilengkapi dengan SEMANGAT agar anda dapat menjadi guru versi asli anda sendiri. dengan metode CERIA inilah saya juga dapat menemukan versi saya sendiri dalam mengajar dan anak - anak juga menjadi versi asli Cerianya. dan itu sangat menyenangkan sekali.
Saya berharap dengan metode CERIA ini untuk jangka panjang saya ingin menciptakan generasi- generasi yang CERIA tentunya yang Cerdas, berEtika, Rajin, Inovatif ,dan aktif di kehidupan nyata
Aamiin ya Rob semoga Allah terus meridhoi dan memberi kemudahan - kemudahan untuk mewujudkan itu semua. 

Senin, 25 April 2016

Kenapa Guru PAUD dipandang Sebelah Mata?



3 tahun yang lalu saat saya mulai masuk di dunia pendidikan anak usia dini. Waktu itu saya  sangat belum faham dan sangat awam sekali dengan PAUD. Begitu pula sekarang masih belajar sih sebenarnya hehe. Saya fikir PAUD adalah jenjang Playgroup yang masih dibawah TK. Tapi ternyata PAUD itu didalamnya ada TPA, Playgroup/KB, dan TK. (Baru Ngeeh).

Awal saya masuk PAUD jujur saja karena terpaksa dengan janji diri saya. Waktu itu saya hanya celemong bilang "Kalau saya tidak diterima SBMPTN, mau ngajar TK saja" dalam benak saya jelas ga mungkin banget karena menjadi pendidik haruslah S1. Jadi saya ngerasa AMAN.

Tapi takdir Allah berkata lain. Saya waktu itu langsung otomatis saat ga diterima SBMPTN lanjut bikin surat lamaran menjadi guru TK. Saya ga memikirkan bagaimana nanti dampaknya anak - anak kalau saya yang mengajar. Dan benar Yayasan yang saya masuki ternyata bersedia menerima saya dengan melalui test dan wawancara.

Satu tahun pertama menjadi guru inilah bagian terberat dalam hidup saya, karena ketemu dengan teman dan lainnya tak jarang saya merasa minder dengan menyandang guru PAUD . Tak banyak orang yang memandang guru PAUD gradenya sangat rendah dan kecil, Belum lagi gambar uangpun tak mau melihat kami seorang guru PAUD. Alhasil banyak sekali yang saya keluhkan, baik dari banyaknya administrasi yang harus dilakukan membuat saya sangat bosan dan INGIN KELUAR DARI PAUD.

Tahun Kedua saya berusaha mengikhlaskan dengan keadaan saya sebagai seorang guru PAUD. Waktu itu yang membuat saya mulai asik di dunia ini adalah tentang KREATIFITAS, dari dulu memang saya sangat suka dengan kreatifitas menggambar, melukis, bermain dll meskipun kelas saya bukan seorang seniman asli. Yang lebih parahnya lagi yang membuat hati saya tersentuh ketika melihat tangisnya anak tidak mau ditinggal orang tuanya ketika di sekolah, melihat wajahnya yang melas dan tidak mau bergabung dengan teman - teman membuat saya ingin bergerak masuk dalam dunia nya. Saya bayangkan jika itu adalah anak saya disekolah dan saya sedang berkarier diluar, dan dia berada disekolah dalam keadaan merindukan saya, malam nya saya teringat terus, dalam hati saya bertanya "MAU SAMPAI KAPAN MENYESALI JADI GURU PAUD? MAU SAMPAI KAPAN TENGGELAM DALAM PANDANGAN ORANG LAIN YANG MENGANGGAP RENDAH GURU PAUD?" 

Saya tidak rela diri saya terlalu mengakui pandangan rendah tersebut. Saya heran kenapa ada orang yang memandang guru PAUD itu bukan levelnya? menganggap level PAUD jauh dibawah bidang- bidang lain. Setelah saya analisis ternyata menurut saya memang ada beberapa faktor,yaitu :

1. Gaji guru PAUD yang minim, dibandingkan gaji profesi lain memang guru PAUD jauh sekali pendapatannya, di negara kita Indonesia ini memang ANEH. Guru disuruh membentuk karakter moral yang tinggi dibayar murah. Tapi Artis yang menyajikan banyaknya tayangan ga bermoral dibayar tinggi. miris banget. Begitu pula profesi lain yang menganggap sempurna dengan gaji yang banyak sehingga integritasnya lebih tinggi dan sewenang - wenang memandang guru PAUD. Di Indonesia ini memang yang berduit di Puja yang enggak berduit di picingkan (*bener ga?)

2. Pola pikir Guru PAUD sendiri juga yang bermental minder : Sudah tau dianggap sebelah mata tapi kenapa tidak ingin membuat perubahan lebih baik? Termasuk saya juga begitu , saya ga nyindir ya . tapi saya juga nyengirr. Dulu sampai saya enggan bergaul dengan orang yang profesinya selain PAUD karena takut di rendahkan. Tapi Sorry sekarang ga bisa begitu hehe saya harap anda guru PAUD setuju ya. tolong bilang "Sorry bukan level saya mempercayai pandangan tersebut" 

Katakan bahwa "SAYA ADALAH GURU HEBAT yang akan melaahirkan anak - anak berkualitas"Dua Faktor ini sangat berpengaruh sekali dalam mengubah mindset dan pandangan negatif tentang "guru PAUD yang dipandang sebelah mata"Lalu apa yang perlu dilakukan? 

GA PERLU terlalu FOKUS ke yang negatif. Tapi ke yang POSITIF saja. Buktikan aja bahwa guru PAUD itu adalah bagian penting perannya dalam memberi pondasi besar untuk anak.Terus naikin kualitas dengan perbanyak belajar dan pengetahuan jadi meskipun gaji dikit kalau berkualitas mah ga masalah. Rezeki dari manapun pasti ada. Pernah denger kan kalau Allah bakal naikin derajatnya bagi mereka yang berilmu?Kalau setuju yuk MULAI dari sekarang bergerak Ciptakan Perubahan yang lebih baik..!!MULAI dari diri sendiri , yang bukan dari guru PAUD tolong hargai jasa mereka, yang guru PAUD ayuuk terus berusaha memantaskan diri menjadi yang TERHEBAT dari semua yang baik. KITA PASTI BISA..!!

Salam Semangat :) 

Sabtu, 24 Oktober 2015

ASET Yang Layak DIPERJUANGKAN

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah hari ini saya bisa mensharingkan kembali cerita saya ..


Okay langsung cerita ya..Tidak sengaja hari ini saya bertemu dengan alumni dari Tk saya, nama anak tersebut Muh.Fariz 
Seperti biasa ketika bertemu Saya dan Uminya saling menyapa mengucap maupun menjawab salam,dengan penuh rasa rindu kami sangat bersyukur dipertemukan kembali setelah 2 tahun tidak bertemu.Lanjut menanyakan kabar dll..


Saat saya dan Uminya berbicara, Fariz selalu mendengarkan,selang berhenti sejenak berbicara Farizpun memanggil saya
 "Bunda,mau saya kasih pertanyaan nggak?" (Sambil tersenyum malu - malu)

"Mau,,Apa yang mau ditanyakan ya mas Fariz?" (Jawab Saya)

"Pohon Apa yang bisa bicara?" :) (Fariz)
Umi Fariz tertawa kecil dengan pertanyaan Fariz tersebut.
"Apa ya,.Mungkin Pohon-pohonan dalam film animasi" Jawabku sambil tersenyum

"SALAH bunda,....!@#!!##*&^%&" (Fariz)
"Lalu Jawabnya Apa?"(saya)
"Semua Pohon itu BISA BICARA.Karena tiap hari berdzikir sama Allah,kan sama aja itu bicara," (Fariz)

Mendengar jawaban dari Fariz tersebut saya langsung diam dan merinding, dalam hati saya merasa sangat bersyukur mendengar jawaban tersebut karena dengan usianya yang masih anak - anak ,dia sangat mudah mengucapkan nama Allah dan mengaitkan dengan keseharian. Meskipun saya bukan ibunya tetapi saya merasa bangga dengannya ,


Secara langsung dalam pertemuan ini Allah mengingatkan saya untuk terus mengingat KebesaranNYa bahwa memang hanya DIAlah yang berhak disembah, dan memiliki anak- anak cerdas berakhlak mulia adalah aset terbesar dunia akhirat yang sangat LAYAK DIPERJUANGKAN.



Terimakasih sudah mampir membaca cerita saya,Semoga bermanfaat dan Salam Semangat!! :)
Wassalamu'alaikum Wr,wb

Rabu, 30 September 2015

Jangan Patahkan Semangat Bertanya pada Anak dengan jawaban "Kok kamu tanya terus dek?!"

Asslamualaikum Sobat,.Rasanya senang sekali saya bisa kembali menulis di blog ini untuk mensharingkan pengalaman saya ,hehe
Saya Baru sadar ternyata sudah beberapa bulan tak menulis disini.Okay langsung saya mulai cerita yahh..Tahun ajaran ini saya bertemu dengan anak - anak di usia 4-5 Tahun,.Tepatnya biasa dibilang TK A, Tidak jauh dengan mengajar di TK - B mereka sama - sama anak yang luar biasa, Yang paling saya suka mengajar anak - anak adalah rasa penasaran mereka sangat tinggi,dan sangat kritis,penuh dengan pertanyaan yang sangat logika,Misal : Saat mau latihan sholat harus berwudhu dulu Billal (Nama siswa) bertanya "Ust kenapa kalau mau Sholat harus Berwudhu?", Saat bermain disentra Fadhil tanya "Loh kok airnya bisa mengalir?" Tidak hanya itu saja, Anak TK ternyata sangat memiliki kemampuan mengingat sangat tajam meskipun apa yang dia lihat baru satu kali,ini benar berbeda dengan anak SD atau tingkat atas lainnya,karena saya pernah membuktikan saat saya menjadi guru les anak SD, Anak TK bak seperti waskom yang sangat siap diisi dengan apapun, mereka siap menampung apa yg ia lihat,ia rasakan,ia temukan sendiri dll


Kejadian belum lama ,satu minggu yang lalu,saya memang mengenalkan mainan baru yang bertemakan udara,dari permainan ini mobil bisa digerakkan menggunakan balon, Memang dasarnya anak - anak yang penuh penasaran tinggi inilah peluang guru atau orang tua dalam memberikan edukasi setiap apa yang anak temukan. "Yeeeeyy Mobilnya jalan,tapi kok bisa jalan sendiri ya..." Celemong Ziza seorang anak didik saya. Coba deh sadari satu celemongan anak adalah bahan wawasan bagi mereka jika kita bisa benar menjadi fasilitator mereka, Masuklah kita dalam menyampaikan alasan kenapa hal tersebut terjadi. Tentu anak akan lebih banyak menerima wawasan baru tanpa kita memaksakan harus tau ini itu dan bla bla bla...hehe Betapa asiknya kalau kita bisa memaknai rasa penasaran mereka, memaknai setiap celemongan ,Semua adalah bahan edukasi bagi mereka dan bagi kita seorang guru atau orang tua. Kok bisa edukasi bagi kita?? Yaa memang kita juga perlu edukasi dari mereka, pernah ga sobat ketika ketemu anak - anak ditanya hal yang membuat anda kikuk? misal pertanyaan yang pernah wali murid saya alami, dulunya belum berjilbab suatu ketika anaknya berbicara sama bundanya 

" Mahh,.aku anak perempuan pake jilbab dipanggil mbak ya,," Kata anak
"Iyaa betul sayang" Bunda menjawab
"Berarti kalau ga pakai jilbab dipanggil mas dong ,mamah juga ga pakai jilbab, brarti dipanggil mas yaa???!%%" Sambil tertawa bicara dengan mamahnya
"????!!%%###!@!@!" Mamahnya pun seperti kena tombak tajam yang hatinya itu makjleb,.(katanya si mamah sihh waktu itu pernah cerita sama saya)
Naahhh itu yang saya maksut kita perlu edukasi juga dari mereka,meskipun tanpa sengaja anak - anak menyampaikannya ,dengan celemong - celemong yang tidak mereka sadari ,sering mendorong kita untuk lebih baik juga.
Jadi dengan demikian,rasa penasaran anak yang tinggi dan pertanyaan keluar dari anak- anak jangan pernah dipatahkan dengan jawaban "Kok kamu tanya terus sih?!" atau "Kok kamu begitu sih dek?" karena itu akan mematahkan anak untuk berani bertanya atau menyampaikan pendapatnya..
Kenapa TIDAK? jika apa yang ia ungkapkan juga mendorong kita lebih baik? seperti bunda tadi akhirnya sekarang berjilbab.
Mari manfaatkan rasa penasaran dan pertanyaan mereka menjadi bahan edukasi yuukk!! Beri umpan yang baik untuk hasil yang baik pula yaa :)

 #SalamSemangat *Follow Twitter @KakCiciWahyuni 

Jumat, 19 Juni 2015

Terungkapnya Keceriaan Kevin


Kevin,yah seorang anak yang bernama lengkap I Putu Kevin Dinartha Nugraha .

Apa yang terbesit difikiran anda tentang nama tersebut?mungkin sama dengan apa yang saya fikirkan ,pasti dari Bali melihat khas nama dari orang - orang Bali.
Kevin seperti anak - anak pada umumnya di usia 4 tahun Ia masuk disalah satu pendidikan anak Usia dini KB- TK yang ada di Karanganyar.Saya kebetulan menjadi wali kelompok TK A pada waktu itu. Kevin menjadi salah satu sorotan saya ketika awal masuk.Kevin memang bisa bermain dengan teman - temannya dengan tertawa biasa,namun saya bisa menangkap dari raut wajahnya yang seperti memendam sesuatu yang tidak bisa Ia ungkapkan.

ahhh,,.mungkin hanya perasaan saya saja,gumamku dalam hati, dengan seiring berjalannya waktu saya memang semakin "Kepo" dengan Kevin. Saya melihat Kevin adalah anak yang tertutup dan sulit cerita, ketika saya memberikan kesempatan bercerita pada Kevin di depan kelas,Ia hanya diam berdiri didepan teman- temannya. Saya selalu mencari tau kenapa Kevin sulit saya dekati.
Saya mencari tau informasi tentang Kevin ,mulai dari hasil wawancara ibunya dengan pihak sekolah saat pertama kali Kevin masuk ke sekolah ini. Alhasil memang saya mendapati informasi tentang background keluarga Kevin .Ternyata Kevin dari keluarga yang Broken Home , Ibu Kevin asli Solo yang menikah dengan laki-laki dari Bali,Jadi tak heran lagi jika namanya khas Bali.Mulai umur 2,5 tahun Kevin tak hidup berdampingan dengan Ayahnya karena orang tuanya bercerai. Kevin hanya tinggal bersama ibunya setelah orang tuanya bercerai. Pantas saja ketika saya bertanya nama Ibunya Kevin bisa menjawab dan Ia diam ketika saya bertanya nama ayahnya,berbeda dengan teman - teman lainnya yang dengan malu - malu senang ketika ditanya nama ayahnya.

Beberapa hal perkembangan Kevin saya bisa mengatakan tidak seperti teman - temannya seperti hal sosial emosionalnya,percaya dirinya kurang,dari bahasa pun juga. Saya mencoba mengkomunikasikan dengan Ibunya,tentunya dengan bahasa yang baik. Alhamdulillah perlahan - perlahan kevin mulai berkembang.

Waktu terus berjalan Kevin mulai naik ke TK-B masih dengan saya . Semester 1 Kevin di TK- B perkembangannya masih biasa - biasa saja. Ia hanya lempeng saja mengikuti alur kalau orang Jawa bilang. Tapi sedikit yang membuat saya lega Kevin bisa mulai dekat dengan saya,Ia mulai mempercayai saya sebagai teman cerita. Meski hanya dengan 2-3 kalimat Ia cerita tentang pengalaman nya dirumah seperti saat Ia bermain dengan teman- teman , tentang pengalamannya membantu ibu dirumah dsb..

Semester 2 ini saya melihat bukan Kevin yang dulu, saya mengamati wajahnya yang sangat ceria,Ia bisa tertawa lepas ketika bermain diluar kelas maupun di sentra. Ia mulai percaya diri cerita didepan kelas dengan sedikit memberi komedi yang khas disetiap ceritanya,dalam aspek semua Kevin sangat berkembang dengan baik dan sesuai harapan. Ia sangat mudah menerima informasi - informasi baru, dan banyak perkembangan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Saya menyampaikan perkembangan tersebut melalui buku penghubung dengan Ibunya. Dan saya sampaikan via telp juga yang membuat saya heran Ibunya malah menangis tersedu - sedu.

Pada tanggal 13 Juni 2015 adalah waktu penerimaan Ijazah dan laporan perkembangan anak disekolah kami. Saya sangat bahagia bertemu dengan Ibunya Kevin saat LPAD ini.saya lebih detail menyampaikan perkembangan Kevin termasuk berubahnya psikologis Kevin yang semakin baik. Singkat cerita ternyata Ibunya Kevin akan menikah lagi dengan seorang laki- laki.Dan sebelum ini Kevin banyak mendapatkan perhatian dari calon Ayahnya. Ibunya Kevin mengakui bahwa apa yang saya sampaikan perkembangan Kevin sebelum- sebelumnya karena kurang sentuhan dari Ayah. Dan Kevin sangat ceria dan lepas seperti anak - anak lainnya sekarang,dan tak lupa Ibu Kevin minta doa supaya ini pernikahan ini lebih berkah dan Kevin akan menjadi lebih baik dengan perhatian Ayah barunya.

Ternyata memang benar bahwa semua anak akan berkembang baik secara maksimal jika didampingi dengan perhatian - perhatian dari Ayah dan Bundanya. Perhatian sekecil apapun dari orang tua bagi anak - anak akan mempunyai dampak positif yang besar.. Bagi anda orang tua yang perlu diingat--> {anak adalah "Amanah"} ,maka embanlah amanah dengan baik ya..! :) , Mari sukseskan membentuk generasi yang lebih baik menjadi generasi yang Shalih - Shalihah, Cerdas,Kreatif,Mandiri,serta Memajukan Agama dan Negara..!! amiin..
 #SalamSemangat :)

Senin, 11 Mei 2015

Puasa Ala Pravda

Asssalamualaikum buat anda pembaca,.

Saya sedang ingin share nih hari ini yang bikin saya terpenganga melihat langsung diskusi anak didik saya secara singkat dan bikin saya harus bilang "Wooow..Keren".. hihihi
Hari ini ( Senin,11 Mei 2015) Pukul 10.00 WIB saat bermain diluar kelas  KB/TK & TPA Insan Mulia (tempat saya mengajar saat ini) 

Pravda (nama seorang anak) ,Kenzi (nama anak)..Simak ringkasan cerita nya ya lewat dialog berikut :

Pravda : "Eh....temen - temen,,Bentar lagi puasa loh,."
Kenzi   : " Hah,.??Puasa?"
Pravda : "Iyyah puasa,,aku seneng deh kalo puasa"
Kenzi : "Huuufft,.,.aku juga punya puasa,.weeek" (sambil sedikit sinis )
Pravda : "Eh kok punya puasa???" (wajah sedikit bingung)
Kenzi : "Iyya aku dirumah punya puasa banyak banget" (masih ngotot dengan argumennya)
Pravda : "Hehh,kamu tau puasa gak sih Kenzi??!!@#%% Bingung aku,.Kata Umiku itu,puasa itu artinya kita ndak makan,....,ndak minum,....,,ndak marah,...tapi lapernya kita diganti surga sama Allah...Kok malah punya puasa??." (dengan ekspresi cemberut sambil meninggalkan Kenzi)
Kenzi : "..,.,???!#%%%%**&" 

Bagaimana saya tidak terpengaga gak percaya seorang anak usia bisa mengatakan hal tersebut dengan sangat ringan dimulutnya, seakan faham betul apa itu puasa,dan lebih membanggakan ia sangat mengidolakan Uminya sebagai sumber wawasan sumber belajar berbagai hal,Dan kali ini bukan pertama menemui Pravda mengatakan "Kata Umiku tu,.." dengan dilanjutkan kalimat- kalimat thoyyibah yang bernilai, misal "Kata Umiku tu kalo yang mau minta maaf duluan, berarti dia Hebat..disayang Allah","Kata Umiku tu kalo anak sholeh mau baca alquran,,,tapi aku belum bisa baca dan diajarin Umi".

Betapa luar biasanya jika anak mampu menyampaikan apa yang direkam baik dari sumber yang terdekat dan apa yang ia ucapkan bisa jadi nilai ibadah bagi dirinya dan Uminya,.Bagi anda yang tengah menjadi seorang Ibu dan Calon Ibu serta bapak atau Calon bapak,maka ingatlah baik-baik bahwa anak adalah peniru ulung,maka jangan lekas capek terus mengucap kalimat-kalimat yang baik saat bersama anak ,sehingga apa yang ia dapatkan dari anda adalah hal positif yang akan menjadi kebiasaan baiknya,terlebih penting adalah menjadi amal ibadah anak itu sendiri dan bagi anda selaku orang tua untuk  tabungan kebahagiaan dunia dan akhirat,,.
Salam semangat,semoga bermanfaat ya., :)

Minggu, 28 September 2014

Inget Anda adalah Guru "diGugu lan ditiRU"

           Singkat cerita waktu lalu yang sempat membuat badan saya terasa dingin dan kaku untuk bergerak setelah ada kejadian bersama anak - anak TK - B. Biasanya setiap pagi bunda - bunda di TK setting permainan untuk kegiatan bermain dan belajar hari tersebut,dan waktu itu saya setting permainan di Sentra Bahan Alam, dengan penuh hati - hati dan rapi saya menyiapkan 5 permainan diantaranya : Mengkocok busa, Melukis dengan kopi , Playdough ,puting beliung dalam air, dan membakar plastik dengan kaca pembesar di bawah sinar matahari.
          Usai menyiapkan permainan ,saya tinggalkan settingan tersebut seperti biasanya untuk persiapan kelas, saat bel berbunyi "Kriiiiinggg" ,saya melihat settingan permainan yang di luar kelas tersebut masih rapi dan aman .Saya dan anak - anak memulai kegiatan dengan Ikrar,Doa mau belajar ,dan jasmani di luar kelas (area teras) selanjutnya, sebelum masuk kelas saya persilahkan anak - anak minum  dan toilet training. Melihat anak - anak sudah selesai minum saya mengajak anak - anak duduk dikelas membentuk lingkaran (Nah ini waktunya CircleTime) mulai menyampaikan pijakan berupa materi hari tersebut.Tiba waktunya keluar kelas untuk melihat settingan permainan yang akan digunakan bermain anak - anak TK B,saya dan anak- anak dengan riang berjalan pelan,sampai didepannya,Apa yang terjadi? ada seorang anak kelompok playgroup( usia 3 tahunan) tengah di settingan permainan Sentra Bahan Alam yang tadinya sudah tertata rapi berubah menjadi berantakan (Air ditumpahkan,adonan playdough sudah tercampur dengan pasir dll).
            Melihat saya dan anak -anak TK B datang ,anak tersebut tersenyum ramah tanpa merasa salah, pada saat itu saya sudah hampir nangis dan merasa jengkel ingin marah - marah pada anak tersebut sedangkan anak - anak TK B sudah tidak sabar bermain, seketika celemongan anak- nak TK B menuduh anak tersebut "Lohhhh mainanya dirusak sama adek nya bun,Dek kamu kok tidak sholih?"
           Disaat itu kesabaran saya benar- benar di uji,rasanya sedih dan bergumam dalam hati (Ya Allah kenapa seperti ini,saya sudah capek- capek mempersiapkannya?) sejenak saya diam dan menarik nafas dalam - dalam segera mengucap istighfar.Alhamdulillah saya mengingat kata Ibu saya"Ingat,Anda adalah seorang guru (diGugu lan di tiRu)" perlahan saya menurunkan emosi dan membalas senyuman anak tersebut dengan senyuman pula.Mengubah suasana yang tadinya anak - anak TK B menuduh anak tersebut,saya alihkan memberi pengertian ke mereka bahwa adek tersebut belum faham cara mainnya jadi kita ajari adeknya bermain bersama sekalian dibantu memberesi serta mengganti yang baru permainannya.Pada saat bersamaan anak- nak TK B mau menerima kondisi tersebut sekaligus melatih sosial emosional anak - anak juga.Akhirnya saya juga bisa perlahan belajar sabar di dunia anak- anak ini.
          Semoga bermanfaat ya ,terutama untuk para pendidik Anak usia Dini terus SEMANGAT membimbing mereka,karena mereka bagian dari aset kita,aset negara kita untuk memajukan negara dari segala aspek. Tetap optimis mengajari mereka, kita bagian dari pondasi pendidikan untuk anak - anak kita.Apapun hal yang membuatmu kesal berushalah untuk tidak dikuasai keadaan saat itu ,melainkan menguasai diri sendiri dulu untuk mengambil sikap yang bijak . Ingat ya "Anda adalah seorang GURU"(di Gugu lan di tiRU) maka mari bersama kita terus belajar bersikap baik :)

Senin, 30 Juni 2014

Mengubah Otak Dengan Sengaja !

     Awalnya saya hanya penasaran dengan sebuah judul buku dari Eric Jensen yaitu Memperkaya Otak, Perlahan saya ambil dan melihat benda ini sambil manyun,belum sempat membaca ,hal pertama yang saya lakukan adalah melihat daftar isi dari buku tersebut,jari telunjuk kanan saya dari atas ke bawah menyusuri apasaja yang menjadi pembahasan dari buku tersebut.Ya..saya menemukan tentang Ilmu Pengetahuan di Balik Pengayaan,langsung saya melompat kehalaman buku 81 disitu tertulis "Mengubah Otak Dengan Sengaja",saya semakin ingin tau apa yang sebenarnya terjadi pada otak,ternyata kita bisa mengubah otak dengan sengaja dengan cara - cara tertentu,
      Secara ringkas,otak manusia akan berubah untuk sesuatu yang relevan bagi pemiliknya,Tetapi temuan kritis menyatakan bahwa kita mengetahui faktor- faktor yang mengatur proses ini.Siswa manapun dapat menjadi lebih berhasil dalam segala keterampilan,tanpa memperhatikan apakah mereka berbakat atau memiliki kebutuhan khusus.Bagaimana? Mereka hanya perlu menanggapi variabel berikut ini yang bertumpu pada keberhasilan dalam pembelajaran keterampilan: 
1. Pikiran yang penuh perhatian terhadap tugas,
2. Stres rendah hingga sedang
3. Tugas yang konsisten dan bermakna 
4. Latihan berbobot ; idealnya dilakukan 60 -90 menit per hari,tiga hari hingga lima kali seminggu
5. Umpan balik yang terkendali
6. Pengulangan tugas
7. Istirahat malam diantara sesi-sesi pembelajaran baru; Tidur merupakan materi kritis yang penting untuk mengantar ingatan jangka pendek menuju ingatan jangka panjang.

     Variabel - variabel ini ternyata dapat diuji,diteliti,dan dibuktikan dengan baik melalui studi - studi yang tak terhitung jumlahnya.Anda dapat memastikan bahwa program itu akan mengikuti formula ini tanpa pengecualian.Meskipun demikian menggunakan formula ini untuk mengubah seseorang melibatkan beberapa tantangan. :)
    
      

Jumat, 18 April 2014

Perlu Pilah - Pilih Bahasa Dengan Anak


Kenapa harus pilah dan pilih bahasa ketika komunikasi dengan anak? :)

Masih ingat? anak - anak yang masih prasekolah berada dalam proses belajar berbahasa,tentu juga dalam hal kosa kata belum sebanyak kosa kata orang dewasa. Untuk memahamkan anak dengan bahasa / perintah tentu harus mengulang beratus kali. Jadi jangan jengkel atau frustasi dalam berkomunikasi dengan anak. 

Bisa - bisa anda seperti teman saya yang satu ini,,.Kemarin sore saya melihat dan mendengar sendiri percakapannya dengan anaknya. Saat itu anaknya yang melihat tas temannya yang baru ,sejenak melihat wajah ibunya dan bilang "Ibu,,aku pengen dibeliin tas baru seperti itu" sambil nunjuk tas temannya.

Ibunya menjawab "Buat apa?kan tasnya mbak Haura belum rusak"
Haura pun menjawab "Ya udah kalau begitu tas ku dirusak dulu ya?"
Ibunya,.????????!!!!!%%%?? (bingung)


Nah...itu salah satu contoh bahasa yang diterima anak,si anak lebih mengambil kata yang terakhir dari ibunya sehingga ia ingin berinisiatif untuk merusak tasnya agar dapat tas baru.
Apa anda ingin seperti itu?enggak kan?
Bagaimana caranya? 
Berikut ada tips untuk anda dalam berbahasa dengan anak yang baik :


1. Sebaiknya anda mengunakan bahasa yang positif,hindari kata "Jangan","Tidak"
    Dari cerita diatas termasuk bahasa yg negatif. mungin jika di ubah dengan begini bagaimana? "Baik nak,nanti ibu belikan tas baru tapi nanti kalau mbak Haura naik ke kelompok TK - B ya"
Contoh lain : "Jangan lari !" ganti dengan "Jalan pelan - pelan nak! "
2. Jangan cepat bosan untuk mengulang agar anak mengerti / faham
3. Pilih bahasa yang sekiranya cocok untuk anak dan hindari kata kiasan.
4. Jangan membentak dan berkata kasar ya. :)

Anak belajar dari kita juga loh,tentu yang dewasa harus belajar berbahasa yang baik untuk anak ya..agar bisa dimengerti anak dan tercipta komunikasi yang baik.


Sabtu, 29 Maret 2014

La..Allah yang menciptakan siapa?#celoteh anak

Celoteh Anak

Cerita beberapa hari yang lalu,ketika saya bercerita tentang cara menyayangi tanaman sebagai makhluk ciptaan Allah.Pada saat itu disekolah ada beberapa anak yang suka memetik daun dari tanaman bunga yang sengaja ditanam untuk memperindah pemandangan sekolah. 

Setelah memetik daun ternyata hanya dibuang begitu saja dan tidak dibuang ditempat sampah.
Saat itu temannya sudah mengingatkan agar tidak dipetik daunnya,Akhirnya temannya tadi melihat sekitar tanaman berserakan daun dan diambil daun-daun tadi untuk dibuang ditempat sampah.

Saat sebelum pulang ,saya pun memberikan pesan - pesan pada anak -anak agar menyayangi tanaman dengan cara menyiram,tidak memetik daun- daunnya,dsb, Tak lupa saya sisipkan bahwa tanaman juga makhluk ciptaan Allah sebagai pengenalan terhadap nilai agamis anak.Hampir keseluruhan anak menerima dengan baik,Namun ada satu anak yang sangat kritis dan dengan kepolosannya menanyakan kepada saya,.
."Trus kalau tanaman,hewan,manusia yang menciptakan Allah,jadinya Allah yang menciptakan siapa bun?'' seketika saya sempat kaget dengan kekritisan pertanyaan anak ini.

Saya lantas tidak bigung menjawab pertanyaan anak ini,senyum lebar dan saya berikan apresiasi tentang pertanyaan anak ini, 
"Wah,mas hisyam hebat ya sudah berani bertanya.."sambil mengacungkan jempol tangan kanan.Kemudian saya jawab pertanyaan dari anaak tersebut.
"Mas,Allah maha segala maha,seperti dalam asmaul husna yang berjumplah 99,maha kaya,maha melihat,maha penyayang,bahkan maha pencipta,sehingga bisa menciptakan apa saja.Dan Allah itu yang menciptakan semua alam semesta dan hanya satu jadi tidak punya Ayah dan Ibu,apalagi tidak ada yang menciptakan"
"Bener juga ya bun,asmaul husna itu yang setiap pagi kita baca bersama itu ya,Allah hebat ya bun."kata anak itu sambil mengingat sesuatu sambil senyum malu -malu.

Pertanyaan yang luar biasa dari anak ini ya kawan?Setidaknya keberanian dalam mengungkapkan pertanyaan dan berfikir cepat,ketika belum faham langsung ditanyakan.Sehingga tidak menyimpan kebingungan sendiri.Hal ini menunjukkan bahwa guru juga belajar dari anak .Tidak hanya anak yang belajar dari guru.
Semoga bermanfaat :) 

Kamis, 27 Maret 2014

Lagu anak shalih

Anak Sholeh


Aku anak sholeh taat selalu
Pada ayah ibu juga guruku
kusayangi teman tak kubedakan
Sujud pada Allah tak kutinggalkan





Rabu, 05 Maret 2014

SAINTEKNIS

SAINTEKNIS DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
(Sains Teknologi dan Nilai Agamis)

            Seiring berkembangnya zaman yang semakin maju dan kebutuhan masyarakat cenderung menyukai kecanggihan teknologi, tidak heran jika anak usia dini tidak asing lagi dengan yang namanya laptop,handphone,tablet,lcd proyektor maupun yang lain karena orang tua mereka sudah banyak menggunakan teknologi modern.Dalam dunia pendidikan juga dituntut untuk tidak ketinggalan memanfaatkan teknologi sebagai media belajar. Namun ada beberapa anak didik yang saya temui menggunakan gadget dengan mahir berjam-jam untuk bermain game atau bahkan menonton film kartun yang kurang mendidik.Ada orang tua yang mengeluhkan anaknya bermain game dilaptop hingga larut malam, ketika diingatkan untuk berhenti agar segera tidur, kemudian menangis dan marah, sehingga bangun pagi dan berangkat sekolah selalu terlambat.Umumnya anak usia dini yang jari tangannya banyak terkena gadget mempunyai permasalahan di motorik kasar dan motorik halusnya, managemen waktu mereka sulit terkotrol dan suka semaunya sendiri karena kebiasaan didepan gadget yang selalu menuruti kemauan mereka.
Mengingat tuntutan zaman yang didominasi dengan kemajuan sains dan teknologi,merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua untuk memberikan pendidikan yang strategis menjembatani kesuksesan anak dengan diimbangi keimanan dan ketaqwaan pada agama.Sains dan teknologi sangat bagus dikenalkan dengan anak, agar kreatifitas eksperimen maupun pengenalan alam menambah wawasan, mengenalkan teknologi dengan penggunaan yang baik agar menjadikan anak modern yang cerdas. Namun dua potensi kekuatan sains dan teknologi akan lebih memberikan kekuatan lebih besar dalam pendidikan dengan menambah sentuhan nilai agamis untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berakhlak.        
  Popularitas saintek (sains dan teknologi) memang sudah tidak diragukan lagi, tidak salah jika saya tambahkan formula agar lebih mujarab dengan menambah nilai agamis disetiap pembelajaran,sehingga saya sebut dengan “SAINTEKNIS”. Anak usia dini lebih cenderung mempunyai rasa ingin tau yang tinggi. Pertanda otak berkembang dengan baik.Sentra alam dalam metode BCCT   ( Beyond Center Circle Time ) banyak berpengaruh dalam menyisipkan ilmu sains sederhana dalam bermain sehingga memberikan asupan pada otak anak. Mengenalkan sebab akibat dari sebuah peristiwa melalui bermain dengan alam. Sains membantu anak menuju generasi yang berkecenderungan menjadi ilmuan,tidak selalu beranggapan bahwa ingin menjadi pegawai.Mendorong anak berfikir memberikan inovasi ilmu baru untuk generasi berikutnya.Sebut saja Einstein dan John Dalton, mereka mempunyai aliran sains dan memberikan ilmu yang berkelanjutan hingga sekarang.Lihat pendidikan sekarang, ilmu sains lebih memiliki identitas kewibawaan.Penggunaan pemikiran yang baik melalui sains juga dapat mengurangi kebosanan dalam pendidikan anak usia dini,dari eksperimen sederhana yang menyenangkan dari kemasan guru akan mendorong otak untuk membuka katupnya sehingga mempermudah anak menerima informasi sederhana.Anak usia dini juga lebih aktif untuk memberikan pertanyaan kepada guru tentang penyebab yang terjadi saat bermain disentra bahan alam dalam nuansa sains yang menyenangkan. Tentunya dalam pendidikan sains untuk anak usia dini ,seorang guru perlu selektif pemberian informasi sains panda anak,sekiranya mampu diterima oleh anak dan eksperimen yang tidak membahayakan. Contoh permainan edukatif yang berbau sains cocok dengan anak,bermain kaca pembesar, air yang berada diatas daun keladi,meronce bungan menjadi mahkota,benda terapung dan tenggelam,menanam tanaman dalam rangka mengenalkan bagian – bagian tanaman, masih banyak lagi contoh – contohnya.Guru dapat mengembangkan sendiri dari konsep sains menjadi bentuk permainan  yang menyenangkan.
            Teknologi, membantu dalam proses kelengkapan belajar anak. Tidak salah anak memakai teknologi layaknya orang dewasa. Kecenderungan meniru perilaku orang tuanya.Sebisa mungin orang tua yang harus lebih memberikan pengertian penggunaan secukupnya dan lebih mengarahkan penggunaan teknologi secara positif, jika anak suka game dan film kartun  yang kurang mendidik, alihkan kegame dan film yang edukatif, Inilah yang dimaksud teknologi sebagai media belajar anak.Berikan batasan waktu atau kesepakatan sebelum menggunakan gadget. Dengan demikian anak akan merasa bahwa sebuah kebebasan harus bertanggung jawab, tanpa banyak berbicara dalam memberikan pengertian pada anak.Perlahan dan pasti dengan proses, anak akan mengerti cara menggunakan teknologi dengan baik tanpa harus menyita waktu mereka hanya untuk bermain game.Pendidikan dalam hal teknologi ini juga tidak boleh murni dari sekolah, pendampingan keluargalah yang lebih banyak berperan. Dalam tema teknologi ,pendidikan anak usia dini dikenalkan berbagai teknologi,sesekali guru memperlihatkan fungsi teknologi yang baik,misal mengajak anak mendengarkan tahfidz bersama dikelas, dalam rangka mengenalkan penggunaan teknologi dengan baik sekaligus memasukkan nilai agamis dalam pendidikan anak.
Hal yang harus diperhatikan bagi orang tua,jangan sampai anak terlalu banyak  menggunakan jari tangannya hanya di laptop,maupun handphon atau gadget yang lain. Berdasarkan pengamatan saya, anak usia dini yang dirumah banyak menghabiskan waktunya didepan laptop mempunyai kecenderungan perkembangan motorik halus dan motorik kasar lebih lambat dibandingkan dengan anak yang lain. Kurangnya latihan kekuatan tangan anak tersebut akan mempersulit anak dalam menulis untuk persiapan kesekolah dasar ataupun kekuatan memegang benda juga kurang.Kegiatan bermain sentra alam seperti bermain handpump, menumbuk, pladough dapat membantu  perkembangan motorik anak.Sehingga SAINTEKNIS dapat bekerjasama dalam membantu anak berkembang.
            Pendidikan yang mengaplikasikan ilmu SAINTEKNIS terpadu dalam sebuah pembelajaran maka akan menampakkan kekreatifan anak,rasa percaya diri anak yang muncul karena lebih dulu menerima informasi yang menarik dalam kemasan sains teknologi,maka harus diseimbangkan dengan kekuatan otak kanan dengan membangun nilai agamis dalam diri mereka,sebagai pedoman mereka berpijak selanjutnya mencapai kesuksesan mendatang.Hal ini dimaksudkan agar kedepan anak tidak hanya cerdas dan berwawasan dari luar yang mengakibatkan kerugian bagi dirinya dan orang lain, sebagai contoh dinegara Indonesia orang yang mempunyai jabatan, mereka terlihat lebih unggul,lebih pandai,lebih pintar,lebih kaya,lebih modern dibandingkan dengan masyarakat biasa,Sains teknologi mereka sangat baik,tetapi karena tidak diimbangi dengan nilai agamis mereka melakukan tindakan korupsi yang merugikan Negara. Itulah yang benar – benar dinamakan masa kecil tidak bahagia bukan hanya kurang bahagia sepenuhnya dengan mencari perhatian yang lebih besar dari orang lain tanpa memikirkan akibat yang telah dilakukan.
            Sebagai gambaran pengaplikasian SAINTEKNIS dalam pendidikan anak usia dini sangat sederhana, jika dilakukan secara berkelanjutan maka akan memberikan efek yang besar. Misal hari ini adalah jadwal pembelajaran disentra bahan alam dengan tema air,udara,api . Saya memilih mengangkat pokok bahasan air,dengan mengenalkan sifat – sifat air,ketika pijakan tentu saya akan menceritakan sifat air dengan menggunakan peraga dan menggunakan media video yang berkaitan dengan air.Sains dan teknologi sudah teraplikasikan dengan baik, tanpa melupakan kecenderungan bermain anak,berikan permainan yang berkaitan dengan sifat air,misal permainan “puting beliung dalam air”  yaitu permainan yang sederhana saya buat berbahan air dengan minyak hanya dengan diaduk kemudian diamati akan berbentuk seperti puting beliung.Nilai agamisnya bisa tersampaiakan ketika pijakan maupun bermain. Saat anak bermain puting beliung dalam air, saya bisa bercakap – cakap dengan anak dan menanyakan apakah sudah pernah melihat puting beliung.Anak pasti sangat antusias menjawab. Pada saat inilah saya memasukkan nilai agamis bahwa puting beliung yang menciptakan adalah Allah.KekuasaanNya meliputi segala semesta yang telah diciptakan.Ketika puting beliung terjadi dalam kehidupan, tentu tidak ada yang bisa menahan kehendakNya,Jadi kita bisa meyakinkan bahwa Tuhan maha kuasa kepada anak.Informasi sederhana perlahan jika dilakukan setiap hari akan berarti bagi anak suatu saat.
            Nilai agamis ini bisa aplikasikan dalam pembiasaan – pembiasaan akhlak seperti mengenalkan anak pada hadist. Ketika saya mengenalkan hadist larangan marah pada anak saat itu tidak berakibat apa – apa, setelah 4 bulan berikutnya penerimaan laporan perkembangan anak beberapa orang tua menceritakan bahwa pernah diingatkan anak –anak untuk tidak marah.Saat orang tua yang hampir marah kemudian mendengar hadist dari anak ternyata tidak jadi marah dan menangis mendengar lontaran suara dari anak. Sederhananya SAINTEKNIS mengharapkan anak – anak usia dini memulai proses suksesnya diusia dini, mempunyai pemikiran yang cerdas, mampu menggunakan teknologi dengan baik dan tepat,serta memaksimalkan otak kanan untuk mencapai kesuksesan dimasa mendatang. Sehingga tidak ada pandangan bahwa anak usia dini hanya anak kecil,yang hanya bisa menangis.Kita harus sadar anak usia dini bukan orang dewasa yang harus selalu menuruti keinginan orang dewasa.Orang dewasa saja kadang belum pantas disebut dewasa karena tidak bisa mengendalikan emosinya.Padahal sering orang yang merasa dewasa menuntut anak usia dini untuk mengerti kondisi kita.Apalah fungsi otak kanan kalau tidak dilatih berkembang sedini mungkin.Potret pendidikan di Indonesia, lebih banyak yang memaksakan melatih otak kiri dan mengenyampingkan perkembangan otak kanan.Tidak heran jika ada anak yang frustasi dengan akademiknya yang dinilai orang dewasa tidak memuaskan.Mereka merasa kosong dan seperti tak diharapkan.Padahal potensi anak sangat luar biasa.Kecederungan orang tua di Indonesia jika anak lemah disatu bidang justru dipaksakan untuk mendalami bidang tersebut tanpa memikirkan perasaan anak,disisi lain kelebihan anak terabaikan.Mulai sekarang,lihatlah potensi anak –anak dan maksimalkan potensi tersebut.


            Tidak ada alasan lagi untuk menolak tiga potensi yang luar biasa yang sangat membantu perkembangan anak usia dini yaitu Sains,Teknologi,dan Nilai Agamis.Perlahan dan pasti, sadar atau tidak, pendidikan di Indonesia membutuhkan tiga potensi besar ini untuk membantu anak didik menuju kesuksesan yang maksimal,dengan dorongan memaksimalkan kelebihan anak ,bukan memaksakan anak mendalami hal yang menjadi kekurangan mereka.Hal yang perlu kita ingat, anak – anak usia dini adalah masa golden age ,dengan SAINTEKNIS kedepan kita akan membentuk mereka menjadi generasi yang emas. Semoga yang saya tulis menjadi wacana yang bermanfaat bagi pembaca.Mari kita sukseskan pendidikan di Indonesia !